Memetik gitar dan bernyanyi Pada waktu tak bertepi Di atas langit di bawah tanah Di hembus angin terseret arus Untuk saudara tercinta Untuk Jiwa yang terluka Tengah lagu suaraku hilang Sebab hari semakin bising Hanya bunyi peluru di udara Gantikan denting gitarku Mengoyak paksa nurani Jauhkan jarak pandangku Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta Walau aku tahu tak terdengar Jariku menari tetap takkan berhenti Sampai wajah tak murung lagi Amarah sempat dalam dada Namun akalku menerkam Kubernyanyi di matahari Kupetik gitar di rembulan Di balik bening mata air Tak pernah ada air mata

Minggu, 21 November 2010

Kelirumologi Tentang Oi

Tahukah anda, terdapat beberapa pemahaman yang "keliru" tentang Oi, yaitu:
1. Oi adalah Fans Club penggemar Iwan Fals.
Oi bukan fans club penggemar Iwan Fals, tetapi yang benar Oi adalah Organisasi Massa pemberdayaan masyarakat yang berawal dari fans club Iwan fals didirikan oleh Iwan Fals & fansnya dari perwakilan Fans Club seluruh Indonesia.

2. Nama Oi adalah singkatan dari Orang Indonesia.
Nama Oi bukan singkatan Orang Indonesia tetapi sebuah kata seru untuk memanggil. Awalnya, Iwan Fals tidak hafal satu persatu nama fansnya, maka ia memanggil dengan seruan "Oi".

3. Ketua Oi adalah Iwan Fals.
Iwan Fals adalah salah satu dari sekitar 300 orang pendiri Oi. Ketua Oi periode 2009 - 2012 saat ini 
 Bpk. Sony Teguh Trilaksono 


Sabtu, 13 November 2010

Aksi Solidaritas untuk Korban Bencana Alam

Setelah memperoleh surat ijin dari pihak Kepolisian Resor Kota Bitung, pada hari Jum'at 12 November 2010 adalah hari pertama kami (BPK Oi Bitung) memulai aksi ngamen dijalanan yang rencananya akan dilaksanakan selama dua hari untuk aksi solidaritas penggalangan dana untuk korban bencana alam. Kami menghampiri setiap toko dan tenda pedagang kaki lima yang berada di pusat kota Bitung, ternyata aksi ngamen kami membuat kaget warga yang berada di sekitar pusat kota. Kami menjadi tontonan warga, karena selama ini belum pernah ada aksi serupa yaang diadakan dikota Cakalang. 

Dan juga aksi solidaritas kami belum sepenuhnya diterima, terutama sebagian pemilik toko yang sepertinya ragu dengan kami. Tapi syukur Alhamdulillah pada hari pertama kami berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 1.080.000 dengan cara ngamen. Ada hal yang membuat kami hampir terpancing emosi, dimana saat kami